Friday, December 9, 2011 0 comments

Puisi2 karangan Sapardi Djoko Damono


Ngomongin bapak yang satu ini mau gak mau pasti teringat sebuah puisi romantis "Aku Ingin". Nah selain puisi itu masih banyak sekali puisi2 lain karangan beliau.Ini dia puisinya, yang pasti yang saya hadirkan ini adalah puisi pilihan saya.. he he he...yang lain cari sendiri ya :-)

sajak-sajak kecil tentang cinta
/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai
gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

Dalam Doaku
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak
“Hujan Bulan Juni”)

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

Hujan Bulan Juni

 tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


Berjalan Ke Barat Waktu Pagi Hari

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang

aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan

aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang

aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

Nokturno

Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu …
Entah kapan kau bisa kutangkap


Hujan, Jalak Dan Daun Jambu

Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi;
Mereka tidak mengenal gurindam dan peribahasa, tapi menghayati adat kita yang purba
Tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita manusia, merasa bahagia.
Mereka tidak pernah bisa menguraikan hakikat kata-kata mutiara,
Tapi tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita merasa tidak sepenuhnya sia-sia 

Dalam Diriku

dalam diriku mengalir sungai panjang,
 darah namanya;
 dalam diriku menggenang telaga darah,
 sukma namanya;
 dalam diriku meriak gelombang sukma,
 hidup namanya!
 dan karena hidup itu indah,
 aku menangis sepuas-puasnya 

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka

Ketika jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa : betapa sengit
cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya; di langit
menyisih awan hari ini; di bumi
meriap sepi nan purba;
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata, suatu pagi
di sayap kupu-kupu, di sayap warna
swara burung di ranting-ranting cuaca,
bulu-bulu cahaya : betapa parah
cinta kita
Mabuk berjalan, diantara jerit bunga-bunga rekah


0 comments

Kateter untuk kupu-kupu


Alkisah suatu sore di IGD sebuah rumah sakit terpandang di aceh. Karena RS pendidikan maka terlihat jelas tampang2 dokter muda alias DM yang sedang stase di IGD. Sebagian besar diantaranya adalah DM Bedah yang sedang menjalani TJ siang alias tugas jaga siang.
Tampak seorang DM bedah, laki-laki,sedang asyik berbicara dengan teman2nya, sambil tertawa, maklum, sepi pasien sore itu. Tiba-tiba ia dihampiri oleh seorang gadis muda yang brseragam biru muda, dikenal sebagai cleaning serrvice alias CS di IGD.gadis muda, manis dengan tampang innocent. Dengan wajah yang sedih dan memelas ia berkata
" dokter, minta tolong boleh? tolong pasangin kateter untuk kupu-kupu ni, sayang kali dia." sambil memegang seekor kupu-kupu yang sudah lemas, tak mampu mengepakkan sayapnya.
Sang DM pun terkejut mendengarnya, "hah?" kemudian ia mencoba mengontrol dirinya, "mana da, bercanda kan?"
Sejuta pertanyaan dan berbagai kemungkinan menyeruak di pikiran sang DM itu.
"Dokter, tolonglah, saya serius" kata CS itu dengan wajah menghiba,seolah2 kupu-kupu itu adalah keluarganya yang sedang sekarat dan ia pun menitikkan airmata.
"oh ya ya, "tidurkan" di tempat tidur pasien aja dulu ya" kata sang DM sambil berpikir kira-kira pake kateter nomor berapa ya?  ikutan gila,dengan bingung sambil memutar badan menuju meja tempat DM bedah
Pasien pun banyak "berdatangan", mulai dari yang kecelakaan sampai yang ketusuk paku, tak sengaja ia melihat CS tadi menghalangi pasien yang akan tidur di bed yang telah ditempati kupu-kupu. Ia membentangkan tangan dan menyuruh memilih bed yang masih kosong. sang DM pun terus bertanya dalam hati apa derangan dengan CS ni.
Tak lama kemudian, CS datang dengan wajah berlinangan air mata, " dokter, kupu2nya dah keduduk am pasien, dah mati dia".
hah? beneran orang gila, ni pikir sang DM dengan mulut ternganga.jangan2 dia  skizofrenik, punya waham dll sang DM pun terus berpikir berbagai hal yang mungkin terjadi dalam diri CS itu yang sangat kontras dengan wajahnya.

Jam 21.30, setelah amprahan dengan yang jaga malam, DM yang TJ pun pulang. Sang DM pulang dari pintu belakang IGD. di koridor ia berpapasan dengan gadis CS tadi. Dengan wajah manisnya ia menyapa, "dokter mau pulang ya?"
kaget, sang DM dengan gelagat tidak nyaman "ya, saya duluan ya" mempercepat langkah dan segera berbelok ke kiri mengambil jalan yang jauh menuju parkiran
"loh, kok lewat situ? lewat sini aj, bareng saya" sambil nyengir, tetap dengan wajah innocenntnya
oh tidak gak iya ni orang. " saya parkir honda dibelakang, duluan ya" tanpa menoleh langsung berjalan cepat.



 
;